The girl behind Me

Welcome back to my blog. Let me chit chat something ummm.. yeah, memorized me abouy my chilhood. Isn’t rite grammar here?

Well, pernah nggak sih kalian mengekori sesuatu, seseorang, atau apapun itu untuk menghilangkan rasa takut? Pasti pernah dong ya.

Kemarin malam, sekitar pukul 20.00 WIB, aku berjalan dari jembatan kecil Cilodong menuju rumahku, di Kampung Pulo Cilangkap. Karena malaa memutar jalan kampung (kurang lebih 20 – 25 menit lah), aku memutuskan potong jalan. Lewat gang depan Masjid Abror. Suasana malam itu nggak sepi-sepi amat kok. Masih ada beberapa anak berlatih taekwondo bersama pelatih (sori, aku nggak tau nama pelatih olahraga asal Korea itu apa) di halaman masjid. Yah, sebagaimana aku yang lebih banyak cuek, memasang tampang jutek nan judes, jalan lurus atau sesekali menunduk daripada tengok kanan kiri membuatku berjalan ringan.

Um, jalannya biasa aja sih. Jalan gitu aja. Sampai ada motor di belakangku pun aku diamkan. Mau nyusul, mendahului, ya silahkan. Mau berhenti, silahkan. Sebodo amat. Karena daripada ngedumel soal motor di belakangku lebih baik fokus ke jalan mana yang harus aku lalui.

Mungkin jalan itu bukan jalan pertama yang pernah aku lewati, saking lamanya kali ya, jadi lupa. Oke, jadi karena aku gatau harus gimana tentang ingatan jalan itu kata hati pun dipenuhi.

Lagi, motor di belakangku berhasil ku susul. Di atasnya ada 3 manusia, perempuan semua. Aku berasumsi mereka adalah siswa yang baru saja pulang ngaji? Bisa saja begitu, anak terkecil yang ku lihat ia mengenakan kerudung dan menggendong tas punggung.

Oh, dari pembicarannya mereka sedang mencari alamat. Entah, kurang jelas aku menangkap pembicaraan mereka. Yah, anggap saja begitu.

Tiba di depan gang yang agak sempit, mereka berhenti. Aku mendahuluinya sampai langkah itu terdengar. Siapa ya?

Langkah kaki itu mendekatiku dan ku pikir ia akan mendahului. Rupanya anak perempuan kecil yang memakai kerudung itu menabrak sedikit lengan kiri. Ku tengok wajahnya.

“Mau duluan?” tanyaku.

Dia menggeleng. Ah, tubuh kecil itu mengingatkanku pada Damar, adik sepupuku.

“Mau bareng?” tanyaku lagi. Kali ini dia mengangguk.

Ah, mungkin dia takut dan mencari teman pulang. Pikirku.

Memang jalanan yang kami lalui cukup gelap karena kurangnya penerangan lampu jalan.

Kami berjalan dalam diam sampai di mulut gang.

“Kamu kemana? Kanan apa kiri?” tanyaku lagi.

“Kiri. Mbak?” jawabnya lalu menanyaiku.

“Nggak tau nih, ntar deh liat jalan dulu.”

Wo-o. Rupanya gang itu dekat dengan rumah Mas Sawal, lima menut dari rumah.

“Berani nggak?”

“Berani kok. Udah keliatan itu.”

“Bener?”

“Iya.”

“Yaudah yok dianterin sekalian.”

Aku mengantarnya sampai depan rumah. Yah, memang hanya berjarak 2 rumah dari mulut gang itu.

“Makasih ya.” ujarnya. Menutup pertemuan kami.

Aku meringis. Ah rasa-rasanya dejavu gini. Ya, aku pernah mengalaminya beberapa hari lalu. Jumat malam, tepatnya. Perjalanan menuju rumah Simbah Kidul dari Sendangsari.

Iklan

Sleepless Night

Hai, selamat siang 🙂

Masih #StayStrong untuk menikmati hidup. Dan saya harap Kakang Mas Taemin juga begitu. Aamiin.

Oke, jujur nih saya masih kepo soal para member SHINee lainnya gimana. Khawatir gitu, singkatnya. Apalagi setelah ada berita kalau Taemin Oppa dropped out from KBS Music Festival 2017. Huhuhu.. lagi-lagi saya telat tau fakta itu. Seminggu setelahnya.

Well, karena masih kepo akhirnya saya tiba di salah satu artikel pengantar tidur yang baik dari SHINee. Salah satunya: Sleepless Night.

Image result for sleepless night shinee

Baca lebih lanjut

Looking for The Answer

by Mike Shinoda on Linkin Park & Friends Celebrate Life in Honor of Chester Bennington

There’s an emptiness tonight
A hole that wasn’t there before
And I keep reaching for the light
But I can’t find it anymore
There’s an emptiness tonight
A heavy hand that pulls me down
They say it’s gonna be alright
Can’t begin to tell me how

And I ask myself out loud

Have I been lost all along?
Was there something I could say or something I should not have done?
Was I lost all along?
Was I looking for an answer when there never really was one?
Was I looking for an answer when there never really was one?

Is there sunshine where you are?
The way there was when you were here
‘Cause I’m just sitting in the dark
In disbelief that this is real
In disbelief that this is real

 

Should I ?

Hola! Welcome to August.

Berkahnya para Agus nih, kenapa? Kayaknya banyak promo gratis untuk orang yang berunsur “agus” dalam namanya. Harus banget dibahas, War?

enggak.

Aku ada cerita, sebenarnya ini dimulai sejak saya aktif menggunakan jasa angkutan ojek online “Uber” dari Stasiun Depok Lama menuju rumah. Hampir semua driver yang saya naiki ini orang yang tidak begitu muda, sebut saja bapak-bapak, but senang rasanya bisa bercengkrama dengan mereka.

Baca lebih lanjut