Kepada Hati Itu

Gambar terkait
Kerasnya hatimu aku tak mampu
Aku tak mau meminta
Betapa diriku terus mencoba
Tapi merasa ku tak berdaya

Baca lebih lanjut

Iklan

Aku : Apakah Rasa Ini

Ingat sebelumnya aku berkata ia seorang yang dingin? Ternyata tidak. Ia hanya lelah. Yah, anggap saja seperti itu. Banyak orang yang mendadak tidak menjadi dirinya saat ia lelah, atau memang ia menjadi dirinya sendiri saat lelah? Entahlah. Yang kini kutahu, Samuel sangat ramah. Hampir tiap hari chat ku dibalas olehnya. Dari sekadar menanyakan kabar, kegiatan di kampus, sampai aku berani untuk curhat seputar kehidupan kecilku. Masih melalui lama chat media sosial itu. Satu notifikasi darinya, langsung kubalas. Terkesan agresif, memang. Tapi kupikir ini adalah cara Tuhan untuk mempertemukanku dengan dia.

Baca lebih lanjut

Noblesse : Its how you being faith with someone

Ah, rasanya semingguan ini setiap kali masuk ke platform webtoon aku lebih memilih Noblesse ketimbang webtoon lain. Bukan berarti aku tidak membaca webtoon lain, okay. Itu karena… entahlah, Noblesse memiliki aura candu yang… ehem, membuat pembacanya ketagihan hingga overdosis.

Noblesse Cover

Okay, opini itu terlalu berlebihan. But, faktanya memang begitu kalau kamu memang menyukai genre fantasi.

To be honest, aku bukan seorang maniak fantasi. Bahkan, kalau ada novel genre fantasi atau romance, dengan senang hati I’d chosee Romance. Trus, kalau komik… liat dulu gambarnya, eh tapi bakal lebih suka romance sih tetep.

Beberapa kali liat manhwa satu ini, secara thumbnail cover, kurang menarik. Trus nyoba-nyoba liat di episode 1, ah… tentang vampire. Gak aku banget, serius. Nah, itu belum selesai baca sampai akhir episode 1 ya. Baru panel-panel awalnya. Trus balik lagi ke webtoin favorit lain, kebanyakan genre romance atau drama. Ada juga sih slice of life.

Nah, baru aja semingguan ini lah aku memutuskan untuk membaca lengkap episode 1 Noblesse dan keterusan sampai 400 episode lainnya. Wuiii, serasa kejar tayang nggak sih? Padahal itu webtoon udah ada sejak taun 2015 dan di tahun 2018 ini, masuk ke webtoon Indonesia, udah masuk 500an episode.

Wah serasa ketinggalan banget.

Cerita diawali oleh panel terbukanya peti mati yang memunculkan sesosok pria tampan dengan wajah sendu dan berekspresi datar. Iris mata merah namun tak menyiratkan kemarahan di wajahnya. Tinggi nan proporsional. Dan ya, sebuah anting-anting (awalnya itu tanda salib ternyata segel seperti pedang Lord, Ragnarok) di telinga kirinya. Nama dia adalah Cadis Etrama Di Raizel (akhirnya bisa nyebutin nama lengkapnya, fyuh).

Terus, pas Rai bangun ketemulah sama Shinwu, siswa SMA Ye Ran yang berlarian karena sudah terlambat ke sekolah. Rai mengikuti jejak Shinwu sampai ia bertemu Frankenstein di sekolah itu. Siapa Frank? Dia adalah pelayannya Rai sejak 800 tahun silam.

Frankenstein, saat pura-pura terhipnotis Dr. Aris

Kehidupan baru itu membingungkan Rai, mulai dari makan ramyeon yang dibiarkannya mengembang dan banyak, sumpit, kimchi, cara buka pintu, salah jalan (karena banyak bangunan tinggi dan Rai melompat kesana-sini), sampai mengupas pisang pun ia tak tahu.

Perlahan pun, musuh berdatangan. Ada yang jadi teman seperti: M-21, Tao, dan Takio. Ada juga keluarga bangsawan yang bergabung di rumah Frank: Regis K. Landegre, Seira J. Loyard, Rael Kertia, Karius, dan Lazark Kertia, bahkan Lord yang sekarang Elga … Di Lascrea (ah, nama dia susah banget), datang ke rumah Frank untuk sekadar ‘menengok’ kehidupan Rai.

Kau pikir hidup Rai, sebagau Noblesse, itu menyenagkan? Ah, kurasa tidak. Ia bahkan harus melawan Muzaka, temannya Rai dari bangsa Werewolf, karena telah menggangu kehidupan manusia. Dan itu sebab Rai harus tidur selama 820 tahun lamanya.

Kiri-Kanan : Raizel & Muzaka

Disamping itu, Rai bahkan melawan saudara kandungnya sendiri karena sudah menghabisi para bangsawan demi sebuah Blood Stone, batu yang katanya memiliki daya goda besar bagi siapapun yang melihatnya dan itu berakibat fatal.

Dan… sampai episode 400 ini, episode sedih adalah Lazark tidur untuk selamanya melawan para pengkhianat Lord terdahulu: Ragus, Gradeus, Claudia, dan tiga keluarga Werewolf: Mount, Kaio, dan Drakun.

Episode paling sedihnya? Ketika Rai diselamatkan Claudia dari serangan Ragus, sampai ia mati dan terkulai lemas di pangkuan Rai.

Serius, pas aku liat adegan itu geregetan bin nyesek. Gimana enggak? Seorang Rai yang sebegitu non-ekspresi sampai membopong Claudia dan menghabisi Ragus yang sudah memakai Blood Stone.

“Jangan menangis, aku tak layak kau tangisi. Tapi… terima kasih.”

Ah aku berulang kali scroll ke atas bawah untuk tak melihat ekspresi menyedihkan Rai. Ah, ternyata selama ini Claudia dihapus kesadarannya agar bisa membantu Ragus dan tak memihak pada Rai, karena Ragus tau Claudia menyukai Rai dari hati yang terdalam.

Well, itu sebagian besar cerita Noblesse sampai episode 400an, buat yamg merasa ini sebuah spoiler, abaikan saja. Kamu wajib cari tau sendiri kebenarannya.